ADHD (Anak)

image

Pernah bertemu anak yang sangat nakal, tidak bisa diam, sulit diatur dan sulit diajari? Mungkin anak tersebut menderita ADHD.

Penelitian terbaru memberikan bukti langsung kalau gangguan hiperaktif / menyimak (Attention Deficit Hyperactivity Disorder – ADHD) adalah sebuah kondisi genetik. Para ilmuan dari Universitas Cardiff menemukan kalau anak penderita ADHD lebih mungkin memiliki potongan kecil di DNA mereka yang terduplikasi atau hilang di bandingkan anak yang normal.

Studi ini juga menemukan saling tindih yang signifikan antara potongan ini, yang dikenal sebagai varian  bilangan   salinan (Copy Number Variants – CNVs), dengan varian genetik yang memunculkan autisme dan schizophrenia, membuktikan kalau ADHD adalah gangguan perkembangan syaraf – dengan kata lain, otak anak yang mengalami gangguan ini berbeda dari anak lainnya.

ADHD adalah gangguan kesehatan mental paling umum pada anak-anak, mempengaruhi satu dari 50 anak di Inggris. Anak penderita ADHD tidak bisa diam, pemaksa dan mudah teralihkan, dan mengalami kesulitan di rumah dan di sekolah. Walau sampai sekarang belum ada penyembuhnya, gejalanya dapat dikurangi dengan kombinasi pengobatan dan terapi perilaku.

Kondisi ini sangat mudah diwariskan – anak ADHD secara statistik lebih mungkin memiliki pula orang tua ADHD dan anak kembar yang ADHD kemungkinannya 2/3 untuk memiliki saudara kembar yang juga ADHD. Walau demikian, hingga kini tidak ada bukti langsung kalau kondisi ini bersifat genetik dan ada banyak kontroversi dalam penyebabnya, dan sebagian orang menyalahkan kurangnya keahlian mengajari anak atau kurangnya konsumsi makanan kaya gula.

PENDERITA ADHD (ATTENTION DEFICIT HYPERACCTIVITY DISORDER)

OMEGA-3, TERAPI PENTING BAGI PENDERITA ADHD (ATTENTION DEFICIT HYPERACCTIVITY DISORDER)

 

 

Apa itu ADHD?

 

Dr. Dwidjo Saputro SpKJ (K)  mengatakan bahwa ADHD merupakan kelainan psikiatrik (psikis) dan perilaku yang paling sering ditemukan pada anak, berupa gangguan perilaku yang tidak sesuai dengan keadaan umum, dengan 3 gejala utama :

  1. Kurangnya perhatian (inattentivenes), di mana anak selalu gagal memberikan perhatian yang cukup terhadap hal-hal detail, pelupa, dan sulit berkonsentrasi.
  2. Aktivitas berlebihan (overactivity), di mana anak sering bermain atau anak tidak dapat duduk diam, sering berlari dan memanjat di saat yang tidak tepat, selalu bergerak seperti di dorong motor.
  3. Perilaku impulsif (impulsivity), di mana anak sering menjawab sebelum pertanyaan selesai, tidak sabar menunggu giliran, atau sering menyela suatu percakapan.

 

 

Pada anak usia sekolah, ADHD akan menganggu prestasi akademik dan interaksi sosial dengan teman, dan bila berlanjut hingga masa remaja dan dewasa bisa menimbulkan masalah yang lebih serius.

 


Apa penyebab ADHD?

Ada beberapa hal yang disinyalir merupakan penyebab ADHD, namun para ahli menyimpulkan 4 penyebab ADHD, yaitu cedera neurologis semasa kanak-kanak atau sewaktu kelahiran, kematangan otak yang tertunda, konsumsi gula halus, dan faktor keturunan.

 

 

Bagaimana bila seorang anak terdiagnosa ADHD?

 

Jangan putus asa, segera lakukan terapi. Terapi ADHD biasanya dilakukan dari berbagai sisi kehidupan, mulai dari memperbaiki kebiasaan dan gaya hidup, pemberian obat, pemberian stimulus dan suplemen yang tepat untuk merangsang proses pertumbuhan dan pematangan otak.Suplemen yang dapat mendukung pematangan dan pertumbuhan sel otak pada penderita ADHD adalah suplemen yang mengandung asam lemak esensial Omega-3, seperti yang terkandung dalam TARA Kid. Berdasarkan penelitian Ricardson AJ, PURI BK pada anak-anak yang terdiagnosa ADHD, pemberian Omega-3 dapat memperbaiki kemampuan belajar (Neuro Psychopharmacology & Biol.Psychiatry 2002).

 

 

Peran Omega-3 dalam membantu terapi penderita ADHD begitu penting, sehingga pemberian TARA Kid yang mengandung Omega-3 merupakan pilihan yang bijak, karena TARA Kid juga diperkaya dengan :


-  DHA, yang sangat penting dalam perkembangan sel otak anak, sehingga dapat meningkatkan kecerdasan dan membantu pertumbuhan otak, sehingga dapat mencegah ADHD.

-  Vitamin A, yang penting untuk kesehatan mata, dan juga menentukan kecerdasan pada anak.

-  Vitamin D, untuk mengoptimalkan pertumbuhan tulang dan gigi.

 


Dosis TARA Kid sesuai usia adalah :

-  0-6 tahun : 1 softgel/hari

-  7-12 tahun : 2 softgel/hari

-  13-18 tahun : 3 softgel/hari

 


Namun pada kasus ADHD, dosis bisa ditambahkan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Sorgi. PJ, etal pada tahun 2007, ditemukan bahwa pemberian EPA/DHA dosis tinggi (10,8 gram EPA dan 5,4 gram DHA) terbukti sangat membantu memperbaiki kondisi ADHD.

 

 

Tara Kid Cod Liver + DHA isi 30

Price: Rp  83.000,-

Mengoptimalkan tumbuh kembang dan kecerdasan buah hati Anda. Meningkatkan konsentrasi belajar, nafsu makan, daya tahan tubuh sehingga Anak menjadi sehat, cerdas dan pintar, kreatif, kuat, lincah, pandai berbicara dan menghafal.

Mon, 5 Dec 2011 @08:44


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 4+7+2